Halo pembaca!

Pernah dengar gak? Teman kamu curhat bilang, "aku stres nih minggu ini," Kita sebagai teman biasanya cuman mendengarkan saja. Stres itu kan wajar, terus apakah stres sama depresi itu sama?
Di sini aku bakal menjelaskan apa sih bedanya stres dan depresi. Menurutku kita penting tau apa perbedaannya demi kebaikan kita sendiri.

Stres biasanya dimulai dari rasa kewalahan akibat banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri seseorang yang telah berlangsung cukup lama. Stres bisa mendorong Anda untuk semakin bersemangat menghadapi tantangan, tapi juga bisa mematahkan semangat Anda. Ini karena setiap orang memiliki mekanisme yang berbeda-beda dalam menghadapi stres.

Ketika Anda dilanda stres, tubuh Anda membaca adanya serangan atau ancaman. Sebagai mekanisme perlindungan diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon dan zat-zat kimia seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin. Akibatnya, Anda akan merasakan dorongan energi dan peningkatan konsentrasi supaya Anda bisa merespon sumber tekanan secara efektif. Tubuh juga akan secara otomatis mematikan fungsi-fungsi tubuh yang sedang tidak diperlukan, misalnya pencernaan. Namun, apabila stres muncul pada saat-saat yang tidak diinginkan, darah akan mengalir ke bagian-bagian tubuh yang berguna untuk merespon secara fisik seperti kaki dan tangan sehingga fungsi otak menurun. Inilah sebabnya banyak orang yang justru sulit berpikir jernih saat diserang stres.

Berbeda dengan stres, depresi adalah sebuah penyakit mental yang berdampak buruk pada suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya. Depresi bukan tanda ketidakbahagiaan atau cacat karakter. Depresi bukanlah keadaan yang wajar ditemui seperti stres atau panik. Orang yang terserang depresi biasanya akan merasa hilang semangat atau motivasi, terus-menerus merasa sedih dan gagal, dan mudah lelah. Kondisi ini bisa berlangsung selama enam bulan atau lebih. Maka, orang yang menderita depresi biasanya jadi sulit menjalani kegiatan sehari-sehari seperti bekerja, makan, bersosialisasi, belajar, atau berkendara secara normal. Siapa pun bisa terserang depresi, terutama jika ada riwayat depresi dalam keluarga terdekat Anda. Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita lebih berisiko terserang depresi daripada pria.

Gejala stres
Stres bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak usia sekolah. Perhatikan gejala-gejala depresi berikut ini untuk mencari tahu apakah Anda mengalami stres atau depresi.

1. Sulit tidur
2. Gangguan daya ingat
3. Gangguan berkonsentrasi
4. Perubahan pola makan
5. Mudah marah dan tersinggung
6. Sering gugup atau gelisah
7. Merasa kewalahan dengan pekerjaan di sekolah atau kantor
8. Merasa takut tidak bisa menyelesaikan tugas-tugas dengan baik

Gejala depresi
Tanda-tanda depresi jauh lebih rumit daripada gejala stres. Kemunculannya pun bisa bertahap sehingga sulit untuk benar-benar menyadari kapan depresi pertama kali menyerang. Berikut adalah berbagai gejala depresi yang biasanya terjadi.

1. Menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga
2. Merasa sedih seolah-olah tidak ada harapan lagi
3. Hilang semangat, motivasi, energi, dan stamina
4. Sulit mengambil keputusan
5. Makan lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya
6. Tidur lebih sebentar atau lama dari biasanya
7. Sulit berkonsentrasi
8. Sulit mengingat-ingat
9. Merasa bersalah, gagal, dan sendirian
10. Berpikiran negatif secara terus-menerus
11. Mudah kecewa, marah, dan tersinggung
12. Sulit menjalani kegiatan sehari-hari
13. Hilang minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati
14. Adanya pikiran untuk bunuh diri

Gimana? Apa dari banyak gejala, kamu atau teman kamu bahkan keluarga memilikinya?Untuk stres sendiri itu wajar, jika orang merasa tertekan akan mengalaminya. Aku sendiri pun mengalami. Tapi sedikit berbeda, jika kamu punya gejala depresi. Usahakan untuk berkonsultasi pada orang yang tepat dalam penanganannya.
Semoga bermanfaat, maaf jika cuma ini yang bisa aku sampaikan. See you

Sumber : hellosehat.com