Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, MPLS 2020 dilaksanakan sangat unik, dikarenakan pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin meningkat setiap harinya.

Seperti yang diketahui, zona hijau merupakan daerah kasus angka penyebaran Covid-19 yang sudah menurun dalam kurun waktu. Sementara, sekolah yang berada di daerah zona merah, oranye, dan kuning masih belum diperbolehkan membuka pembelajaran tatap muka. Hal itu dinilai zona-zona tersebut masih berisiko menyebabkan terjadinya penularan virus Corona.

Maka dari itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan mekanisme dan syarat pembukaan kegiatan belajar mengajar di sekolah selama masa wabah pandemi Covid-19.

Diantaranya yaitu, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring yang dikombinasikan dengan protokol kesehatan, diharapkan dengan mekanisme tersebut dapat menghindari penyebaran Covid-19 pada kalangan siswa jika kegiatan MPLS dilakukan secara tatap muka. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Juli sampai dengan 15 Juli lalu.

Akan tetapi, apakah MPLS secara daring ini cukup efektif bagi siswa?

Menurut Wakil Ketua Satu OSIS Amelia Indri Hapsari sebagai panitia MPLS 2020 SMAN 7 Balikpapan, pelaksanaan MPLS secara daring dinilai kurang efektif walaupun pelaksanaannya dilakukan tatap muka secara virtual.

Hal ini dikarenakan siswa MPLS tidak dapat melihat semua wajah siswa dengan jelas, sehingga dapat langsung mengenal satu sama lain dengan mengenali wajah atau suaranya yang terdengar jernih. Ditambah lagi terdapat siswa yang tidak memiliki ponsel sehingga sulit untuk mengikuti kegiatan dengan baik.

Di sisi lain, hal ini juga menimbulkan rasa percaya diri siswa menjadi lebih tinggi, dan mudah akrab. Walaupun bertatap muka secara daring, setidaknya siswa dapat berinteraksi satu sama lain.

Dalam mengenali lebih lanjut, di SMAN 7 Balikpapan panitia dengan beberapa guru yang bersangkutan, membuat video tentang pengenalan sekolah sehingga siswa tetap dapat mengenal lingkungan sekolah.




Selain itu juga untuk menambah keseruan dalam kegiatan ini terdapat ice breaking atau permainan yang dilakukan secara daring seperti halnya, tebak emotikon, tebak nama kota, kuis dan lain sebagainya. Pentingnya kerja sama inilah yang dapat menyukseskan terselenggaranya MPLS tahun ini di sekolah.

“Untuk adik-adik, tetap semangat ya! Walaupun MPLS tahun ini dilakukan secara online, semoga tetap terasa seperti MPLS offline, dan semangat menjalani masa ajaran baru. Siap-siap paket data pokoknya, semoga MPLS ini berkesan untuk seluruh peserta didik tahun ini,” pesan Amelia.

Selain pelaksanaan MPLS daring di zona merah, oranye, dan kuning, ada beberapa wilayah zona hijau yang melaksanakan kegiatan MPLS secara tatap muka. Salah satunya yakni sekolah yang ada di daerah Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Walau merupakan daerah zona hijau, sekolah akan tetap mengikuti protokol kesehatan. Selain itu, sekolah juga harus menyiapkan beberapa sarana pendukung seperti: hand sanitizer di setiap ruangan; sabun cuci tangan; memperbanyak keran cuci tangan; dan penyediaan APD (Alat Pelindung Diri) di UKS/klinik sekolah.