Halo pembaca!
Tau, kan apa itu madu? Iya madu, ada yang madu asli, madu kw, dan mungkin madu ayah di rumah ( ͡° ͜ʖ ͡°). Eak eak..
Tenang bukan madu itu kok yang kita bahas, tapi bagaimana cara membedakan madu asli hutan dengan madu kw.

Madu salah satu hasil alam yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Salah satu jenisnya yang banyak dikonsumsi ialah jenis madu hutan.

Asal-usul madu hutan adalah jenis lebah Apis Dorsata, yang hidup bebas di hutan. Ukurannya lebih besar dari lebah ternak dan mengolah madu dari nektar atau sari bunga asli hutan habitatnya berada. Sarangnya di dahan-dahan pohon dengan ketinggian mencapai 50 meter, selain itu juga bisa di bebatuan besar, dan gua.

Daur hidupnya yang alami, menyebabkan madu hutan dipercaya lebih berkhasiat bagi tubuh manusia. Namun, semakin terkenal dan dipercaya, banyak juga beredar madu hutan palsu.

Madu hutan kw/palsu bisa berasal dari madu asli hutan yang ditambah air. Bisa juga bukan asli madu hutan tapi diberi lebel madu hutan atau kualitasnya jelek.

Ada beberapa tips untuk membedakan madu hutan yang asli dan bagus. Dan tidak selamanya sesuai dengan mitos. Contohnya, soal madu yang disemuti disebut sebagai oplosan gula. Katanya kalau madu disukai semut, maka itu oplosan gula. Padahal madu yang dikerubuti semut itu wajar, tapi memang tidak sebanyak gula semutnya.

Sebaiknya, gunakan cara yang lebih efektif yakni dengan mendiamkan madu dalam freezer satu hari satu malam. Setelah satu hari, maka akan terlihat sekat antara air, dengan madu yang murni. Airnya akan naik ke atas, madunya di bawah. Ada sekat pemisahnya yang terlihat.
Adapun madu hutan yang berkualitas bagus memiliki warna lebih bening, atau cerah, tidak keruh. Jika sudah berbulan-bulan lalu timbul endapan di dasar madu, maka kualitas madu tersebut jelek, karena panen yang salah.
Biasanya, panennya diremas langsung, itu salah. Bisa membuat kualitas jelek, soalnya madu tercampur banyak zat lain dari sarang.

Nah, sekarang kamu tahu, kan, bedanya madu hutan murni dan oplosan atau palsu? Jadi, jangan sampai salah beli, ya. See you.

Sumber : parenting.orami.co.id